Rabu, 10 Mei 2017

RABUku: Semangat Dakwah Islam Lewat Komik di IBF


 Al Fatih vs Vlad Dracula & Liqomik, semangat dakwah lewat komik


"Kenapa banyak yang pakai peci ya?"
Kalimat pengemudi taksi itu menggantung. Saya tak mau berspekulasi apa yang dia pikirkan. Langsung saja saya menjawab kalimat yang mungkin awalnya hanya untuk dirinya sendiri. 
"Kan sedang ada ISLAMIC book fair," ujar saya seraya menekankan kata 'Islamic'. 
Mendadak suaranya berganti riang, "Oooh jadi muslim semua yang datang ke sini ya, bu?"

Ah, abaikan kata 'bu' yang tak bisa saya tolak karena bukti nyatanya ada tiga bocah bergelimpangan duduk di samping saya.


Berbeda dengan kunjungan ke BBW, kedatangan saya ke IBF 2017 lebih karena menjadi personal shopper untuk pengadaan perpustakaan masjid Nurullah kalibata City. Plus, misi pribadi, mencari komik kompilasi yang berisi karya abang saya dan konon baru rilis saat IBF.

Maraknya komik dakwah islami, memang memeriahkan gelaran IBF kali ini. Duluuu sekali, untuk tampilan stan di IBF biasanya Mizan, Republika, atau al Mahira yang padat pengunjung dan heboh dekorasinya. Nah, yang kemarin ini rasa-rasanya semua stan penuh sesak oleh orang, sehingga saya kesulitan mencari buku dari stan yang memajang buku-buku dari berbagai penerbit. Mau tak mau, saya fokus mencari penerbit Perisai Quran Kids dan Gema Insani Press dan salsabilla terlebih dahulu.

PERISAI QURAN KIDS dapat dikatakan menjadi pilihan termudah bagi mereka yang ingin menikmati buku anak-anak islami dengan ilustrasi faceless. Mungkin ada yang tidak terbiasa dengan metode ini, tetapi dengan tutupnya Perisai Quran dan lebih fokus ke Perisai Quran Kids, menunjukkan bahwa buku semacam ini sudah banyak peminatnya. Pilihan set nya juga banyak, saya jadi teringat pelajaran tarikh saat di madrasah dulu. Saya kebetulan sudah memborong judul-judul di penerbit itu,, mendapatkan beberapa set judul terbaru sambil request beberapa tema ke orang dalam penerbitnya.

Penerbit-penerbit lain juga marak dengan buku-buku anak islami dengan ilustrasi yang tak kalah menarik. Hanya saja, kebanyakan temanya itu lagi itu lagi. Jadi kalau sudah punya versi penerbit lain, ya ga dibeli. Sayang ya jadi saling terkam konsumen ...

Setelah berkeliling dari depan ke belakang lalu ke depan lagi, saya kesulitan mencari penerbit salsabilla yang juga menerbitkan komik Muhammad al Fatih. Saya lupa nama induk penerbitnya. Eh dilalah, penerbit itu nongkrong di paling depan, alias Penerbit Al Kautsar. Akhirnya ketemu yang dicari, Liqomik. Tapi eh apa itu di samping? Al Fatih vs Vlad Dracula? Wah ini must have ^^

Ingat 99 Pesan Nabi dan Pengen Jadi Baik? Yang menjadikan komik islami ini istimewa adalah bahwa sang komikus bertindak pula sebagai penulis cerita sehingga citarasanya lebih personal. Hal ini pula yang kemudian menyorot (banyak) komikus yang peduli menyebarkan dakwah Islam di antara orderan-orderan lain. Dalam LIQOMIK sebagian dari mereka membuat kompilasi.

Temanya beragam. Ada yang bercerita tentang alasannya giat berdakwah lewat komik, ada yang mengangkat kisah islami populer seperti Abu Nawas bahkan ada yang mengangkat tentang hubungan Buya Hamka dan Pramoedya Ananta Toer. Ada juga yang kolaborasi antara ide dan ilustrasi, nah kalau itu, karya abang saya, Roel yang tandem dengan Berny J. Rasanya gimana gitu lihat nama abang saya di antara nama-nama keren seperti Vbi Djenggoten, SQU, Ardian Syaf yang kontroversial kemarin itu, dan masih banyak lagi. Menariknya, ada komik sambutan juga dari Arham Rasyid. Perlu ditambahkan, di Liqomik Ga hanya komikus cowo loh, ada juga komikus cewe. Kayanya lucu juga tuw kalau ada komik terkait fiqih wanita, tapi jangan yang sadis-sadis kritiknya. Harus lemah lembut, penuh kasih sayang.

video


Sayangnya, baru saja saya buka, sudah ketemu ada yang kelewat. Saat itu saya hendak mencari karya abang saya, pakai daftar isi dong, ealah penomorannya keliru ^^ remeh siy, cuma mumpung ketangkap di mata saya jadi diungkap aja hehehe ... mungkin buru-buru kejar momen IBF kali ya. Segera cetak ulang supaya bisa direvisi oke? Apakah akan ada Liqomik #2? Hmmm musti tanya orang dalam niy hehehe ... Mudah-mudahan edisi selanjutnya, temanya lebih sinergis. Kalau yang sekarang kan lebih kaya pengenalan para komikus, sehingga temanya beragam.

 Oh iya, walau dibuat dengan semangat dakwah tinggi, para komikus bukan hendak menasbihkan diri sebagai ustad atau ustazah loh. Feel free bagi para pembacanya untuk mengkaji lebih lanjut dengan para ustad atau ustadzah yang lebih paham, karena inti dari dakwah itu agar kita menjadi lebih pintar dalam memahami agama Islam. Mari belajar bersama.

Tadinya saya pikir AL FATIH VS DRACULA itu hanya judul talkshow di IBF, rupanya itu judul buku toh. Sebagai kolektor serial Al Fatih, tokoh Vlad Dracula memang bikin penasaran. No, kita ga lagi membicarakan pre serial vampir, but the real Vlad Dracula did exist dan bersinggungan dengan superhero Islam sepopuler Muhammad Al Fatih. Buat saya itu keren banget.

Yang berbeda dari komik ini adalah, komikus Handri Satria tidak sendiri. Didampingi Sayf Muhammad Isa yang turut membidani komik Ghazi kini bertindak sebagai scriptwriter. Pantas jadi berbeda sedikit penuturannya. Dalam episode pertama bertajuk Kegelapan, serial ini memperkenalkan Vlad di awal-awal rencananya membalaskan dendam pada Al Fatih. Ngeri-ngeri sedap gitu bacanya. Ada lebih banyak aksi ketimbang intrik dan dalam adegan berdialog padat pun masih deg-degan bacanya. Padahal bukan cerita horor. Saya jadi menyesal membeli nomor 1 ini, soalnya nomor 2 dan selanjutnya belum terbit huaaa ... jadi lama deg-degannya ....


Semoga karya-karya komikus ini dapat dinikmati di seluruh dunia. Kualitas isinya dah top banget ini, ayo segera berpartisipasi di book Fair internasional (eh, udah atau belum ya?). Penerbit lain sudah panen international rights loh. Biar lebih banyak orang yang mau belajar lebih dalam, agar dituntun jadi lebih bijaksana sehingga tidak terjebak dalam perdebatan kusir berkepanjangan. Seperti yang dikatakan oleh salah satu ustad Indonesia yang kemarin juga kena penolakan, "tugas kami menyampaikan, syukur jika diterima, kalau tidak ya tidak boleh dipaksakan. Karena Islam tidak memaksa." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar